Review

Seting karbu kawahara di satria.

Touring Bromo

Bebek vega tangguh menanjak bromo.

Mengenang sang legenda NSR 150

NSR menjadi Sport 2T andalan honda yang pernah tenar di era 90an.

Saturday, June 18, 2011

panduan modif matik

ni bro buatr kamu matik mania panduan modif ter gresssssssssssssss







pilih busi

Pilihan busi untuk mesin mobil atau motor kini sangat banyak khususnya untuk performance plug (busi kualitas premium). Namun banyaknya pilihan tersebut membuat kita semakin sulit memilih. Lebih parahnya lagi, pihak toko sering kali menawarkan busi-busi premium tersebut dengan iming-iming performa lebih oke, irit bahan bakar dan sebagainya.
Busi mahal tidak menjadi jaminan seratus persen cocok dengan mesin mobil atau motor kita.
Setiap mesin memiliki toleransi tertentu untuk spesifikasi busi yang digunakan.
Hal utama yang menjadi patokan umum adalah:
1. Heat Range:
Nilai angka ‘Heat Range’ dari suatu busi mewakili seberapa panas busi tersebut ketika sedang beroperasi dalam keadaan normal. Jika angka heat range tersebut cocok dengan karakter mesin tersebut, maka busi akan bekerja optimal. Jika busi terlalu panas, maka akan menimbulkan detonasi pada mesin (ngelitik) yang bisa merusak mesin itu sendiri. Sebaliknya, jika busi terlalu dingin, maka akan banyak penimbunan deposit pada ruang bakar akibat terjadinya gagal pengapian (misfire).
2. Ukuran Busi:
Busi yang ditemukan pada umumnya ada yang berdiameter kecil dan besar. Untuk hal ini jelas tidak boleh salah beli, pastikan sesuai dengan spesifikasi mesin tersebut.
3. Ukuran Gap:
Gap adalah jarak antara elektroda busi dengan ground. Pada umumnya ukuran gap adalah sekitar 0.8mm - 1.2mm. Untuk ukuran gap tersebut perlu melihat anjuran pada buku manual mobil atau motor tersebut. Beberapa model busi premium tidak bisa dirubah ukuran gap-nya karena desain busi itu sendiri tidak memungkinkan dilakukan perubahan gap.
4. Resistansi Busi:
Periksa jenis busi yang dianjurkan pabrik mobil atau motor tersebut, perhatikan apakah busi tersebut menggunakan Suppression Resistor di dalamnya.
Biasanya jika ada huruf R pada kode busi, itu menunjukkan busi tersebut menggunakan Suppression Resistor, contoh: NGK BKR6E-11 . Namun tidak selalu demikian, contoh: DENSO IK20 (tidak ada kode R, tapi menggunakan suppression resistor)
Suppression Resistor pada busi digunakan untuk meredam emisi akibat percikan api pada saat proses ignition terjadi. Emisi tersebut menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan dan sensor mesin. Pada umumnya mobil yang bermesin injeksi menggunakan busi dengan Suppression Resistor, namun tidak selalu demikian.
Semakin besar nilai Suppression Resistor berarti semakin besar hilangnya daya listrik yang dikirim ignition coil untuk membuat percik api pada busi. Akibatnya semakin besar nilai Suppression Resistor tersebut akan memperkecil percik api, kecuali jika kabel busi diganti dengan yang beresistansi kecil dan berdiameter besar.

Kita coba share hasil pengujian nilai resistansi 15 model busi dari berbagai merek yang banyak ditemukan di toko-toko asesoris & spareparts.
Untuk pengujian, menggunakan Digital Ohm Meter, dilakukan pada suhu ruang 26ºC, pukul 01.10wib .

Dari hasil komparasi bahwa pada umumnya nilai Resistansi busi dengan Suppression Resistor adalah berkisar antara 4-5k ohm.
Pada busi yang di uji, ada busi yang memiliki ground lebih dari satu.
Pada kenyataannya, pada saat terjadi loncatan listrik, hanya ada satu loncatan api saja terjadi pada salah satu ground tersebut. Namun manfaatnya adalah erosi komponen tidak akan secepat busi biasa, dan kemungkinan terjadinya misfire bisa ditekan semaksimal mungkin oleh ground yang lebih dari satu tersebut.

membaca kinerja busi

Cara Baca Busi
IU24
I = Inti Elektroda Iridium 0.4 mm
U = 10 x 19.0 x 16.0 (Diameter Ulir, Panjang & Hexagon Size)
24 = Tingkat Panas Busi

IW24
I = Inti Elektroda Iridium 0.4 mm
W = 14 x 19.0 x 20.6. (Diameter Ulir, Panjang & Hexagon Size)
24 = Tingkat Panas Busi

Kondisi Busi
- Normal
Insulator terlihat coklat muda / keabu2xan, hanya sedikit bekas pembakaran yg menutupi elektroda

- Carbon Fouling (Endapan Karbon)
Insulator dan elektrodanya tertutup oleh lapisan serbuk karbon kering berwarna hitam
akibatnya mesin motor susah start, pengapian tidak baik, akselerasi buruk dan bisa2x mesin tidak hidup
penyebabnya :
* choke berlebihan
* campuran bahan bakar terlalu kaya
* pengampian terhambat
* pembakaran timah hitam jelek
* tingkat panas busi terlalu dingin

- Oil Fouling (Endapan Oli)
Insulator dan elektrodanya tertutup oleh endapan oli basah berwarna hitam
akibatnya mesin motor susah start, akselerasi jelek
penyebabnya :
* kerusakan pada ring pada piston
* pada mesin 2Tak campuran oli samping terlalu banyak (boros settingan)
* seal klep sudah rusak

Lead Fouling (Endapan Timah Hitam)
Endapan insulator berwarna kuning atau coklat tua
akibatnya mesin tersendat pada saar akselerasi atau pada saat kecepatan tinggi
penyebabnya :
* menggunakan bensin dengan kadar oktan tinggi

Over Heating
Insulator berwarna putih pucat dengan elektroda tengah rusak meleleh
akibatnya tenaga motor kurang pada saat kecepatan tinggi
penyebabnya :
* pendingin mesin kurang
* waktu pengapian terlalu cepat
* nomor tingkat panas busi terlalu rendah
* detonasi berat

disadur dari buku busi denso iridium

paket bore up fu 150

OTOMOTIFNET - Sebagian pemilik Su­zuki Satria FU150 pe­nyuka kecepatan me­rasa masih kurang puas sama performa stan­darnya. Maka wajar kalo banyak yang pe­ngin membore-up besutannya. “Yah, ma­nusia kan tak pernah puas,” kelakar Iwan, peng­guna FU150.



Nah, memenuhi kebutuhan itu, FU-mania tentu tak perlu repot-repot. Karena sekarang banyak bengkel yang menawarkan paket untuk mendongkrak kemampuan mesin. Dari yang simpel sampai jor-joran. Jadi tinggal disesuaikan sama budget, ya!

Paddock Speed Clinic (PSC)
Bermarkas di Jl. Lapangan Bola No.35, Kebun Jeruk, Jakbar. Punya 2 paketan yang biasa diminta pelanggan; semi dan full spec. Semua paketan yang tersedia, kudu ganti karbu standar, pengapian dan knalpot.

Biasanya karbu Honda NSR SP berdiameter venturi 28 mm, pengapian CDI programmable atau non-programmable dual band berlabel BRT, porting-polish, piston 68 mm dan knalpot. “Kalau mau lebih ekstrem, tinggal ganti magnet pengapian punya trail tipe SE Yamaha YZF 250, meracik gigi rasionya dan piston ukuran 76 mm,” terang Ando, pemilik bengkel PSC.

Sesuai rumusannya, untuk piston 68 mm dapat mendongkrak kapasitas mesin jadi 177,86 cc dan jika pakai piston bergaris tengah 76 mm, maka volume mesin membengkak jadi 222,17 cc. Gila kan!

Chips Motor (CM)
Menurut Sumantri, bos CM, bore-up bisa jadi solusi penyembuhan penyakit Satria FU di putaran bawah yang kurang galak. “Karbu standar kadang suka telat merespons putaran grip gas, makanya kudu diganti tipe racing berikut CDI nonlimiter dan knalpot aftermarket. Itu obatnya,” katanya.

Untuk otak pengapian, CM pilih CDI BRT tipe dual band, yang punya kelebihan putaran mesin bisa tembus di atas 13 ribu rpm. Proses porting-polish tetap ada, ditambah karbu Honda NSR SP plus knalpot DBS atau CLD. Jika ingin menambah volume mesin, cemplungin deh satu set piston Yamaha Scorpio berikut blok Suzuki Raider 125.

“Hasilnya, kapasitas ruang bakar naik jadi 190 cc. Tapi harus ada kerja sama dengan pemilik motor. Tinggal kita koreksi bagian mana kekurangannya,” ungkap pria yang bengkelnya di Jl. Pos Pengumben Raya No.33c, Jakbar.

Mulia Mitra Motor (MMM)
Kemal, pemimpin bengkel MMM punya ramuan lain. “Inti sebenarnya ada di noken as. Dengan mengubah pola, sudut dan tinggi noken as, maka fungsi buka tutup klep in-out bisa diatur, sehingga peak power akan bergeser pada rpm lebih tinggi,” ujarnya.

Selain itu, pergantian karbu, papas cam, pengapian, piston Honda Tiger dan porting polish wajib dilakoni buat meningkatkan performa mesin. Dengan memperhalus aliran lubang transfer di mesin dan exhaust, bertujuan agar tarikan bawah dan atas seimbang.

“Tapi kalo mesinnya sudah dioprek, enaknya sih knalpot sudah bertipe racing. Sebab, kalau standar dibobok kurang maksimal walaupun bagian dalamnya sudah dioprek,” saran pria di gerainya di Jl. Raya Haji Mencong No 41, Ciledug, Tangerang.





Adrian Motor (AM)
Buat bore-up harian, Fiki Farhan pemilik bengkel Adrian Motor mungkin sudah biasa menangani korekan buat Satria FU. Tapi, ia menyarankan dalam mendongkrak mesin, sebaiknya dipakai di ajang resmi saja.

“Setelah performa tunggangan meningkat, akan lebih terpandang lagi jika menjadi juara di balapan resmi,” kata pria yang buka bengkel di Jl. Raya Jatiwaringin, No.251, Pondok Gede, Bekasi.

Nah, untuk mewujudkannya, beberapa part di dalam paketan yang digunakan berupa karbu SP, CDI BRT, seher High Speed 65 mm, noken as racing dan lainnya. “Terpenting pada saat penyetingan, bisa kita lihat best time-nya berapa dan kita setting ulang spuyer-nya sampai maksimal,” yakinnya.

Sebagian pemilik Su­zuki Satria FU150 pe­nyuka kecepatan me­rasa masih kurang puas sama performa stan­darnya. Maka wajar kalo banyak yang pe­ngin membore-up besutannya. “Yah, ma­nusia kan tak pernah puas,” kelakar Iwan, peng­guna FU150.

Nah, memenuhi kebutuhan itu, FU-mania tentu tak perlu repot-repot. Karena sekarang banyak bengkel yang menawarkan paket untuk mendongkrak kemampuan mesin. Dari yang simpel sampai jor-joran. Jadi tinggal disesuaikan sama budget, ya! • Pidav (codotboros@yahoo.com)

Paddock Speed Clinic (PSC)

Bermarkas di Jl. Lapangan Bola No.35, Kebun Jeruk, Jakbar. Punya 2 paketan yang biasa diminta pelanggan; semi dan full spec. Semua paketan yang tersedia, kudu ganti karbu standar, pengapian dan knalpot.

Biasanya karbu Honda NSR SP berdiameter venturi 28 mm, pengapian CDI programmable atau non-programmable dual band berlabel BRT, porting-polish, piston 68 mm dan knalpot. “Kalau mau lebih ekstrem, tinggal ganti magnet pengapian punya trail tipe SE Yamaha YZF 250, meracik gigi rasionya dan piston ukuran 76 mm,” terang Ando, pemilik bengkel PSC.

Sesuai rumusannya, untuk piston 68 mm dapat mendongkrak kapasitas mesin jadi 177,86 cc dan jika pakai piston bergaris tengah 76 mm, maka volume mesin membengkak jadi 222,17 cc. Gila kan!





PSC (021-93812006)
Porting polish Rp 500.000,
Karbu Honda NSR SP 28 mm, Rp 500.000,
CDI BRT programmable dual band Rp 900.000, Per kopling + kampas kopling Rp 200.000, Piston Kawasaki Eliminator 68 mm Rp 400.000, Knalpot AHM Rp 1.500.000,
Total Rp 4.000.000.
Pengapian Yamaha YZF 250 Rp 4.000.000, Piston JE 76 mm Rp 1.600.000,
Gigi rasio 1 sampai 6 Rp 3.000.000.

CM (0816-4841546)
Porting Polish Rp 300.000,
Karbu Honda NSR SP 28 mm Rp 575.000,
CDI BRT Non-programmable dual band Rp 500.000,
Per kopling CLD + kampas kopling Suzuki RGR Rp 200.000,
Open filter racing Rp 150.000,
Knalpot DBS Rp 1.600.000,
Total Rp 3.325.000.
Piston Yamaha Scorpio + blok Suzuki Raider Rp 1.600.000

MMM (021-9822-1748)
Porting Polish Rp 400.000,
Karbu Honda NSR SP 28 mm Rp 600.000,
CDI BRT Non-programmable dual band Rp 500.000,
Per kopling CLD Rp 150.000,
Piston Honda Tiger Rp 300.000,
Klep in/out Honda Tiger Rp 500.000,
Busi Iridium Rp 100.000,
Knalpot Custom Rp 350.000,
Total Rp 2.900.000.

AM (021-9223-4086)
Porting Polish Rp 200.000,
Karbu Honda NSR SP 28 mm Rp 650.000,
CDI BRT Non-programmable dual band Rp 500.000,
Per kopling CLD Rp 150.000,
Piston High Speed Rp 500.000,
Busi Iridium Rp 100.000,
Shim klep 4 buah Rp 240.000,
Knalpot DBS Rp 1.600.000,
Total Rp 3.940.000


sumber : http://www.otomotifnet.com/otonet/index.php/read_tematis/0000/00/00/11464/145/22/Paket-Bore-Up-Satria-FU150-Nih-Obatnya-Kalau-Kurang-Puas

Wednesday, June 15, 2011

ukuran spuyer karburasi

TABEL UKURAN SPUYER

Pilot-jet
Main-jet
Yamaha (Mikuni)
Alfa
35
85
Force-1
35
115
F1Z-R
17,5
130
Vega
15
90
Jupiter-Z
17,5
105
Nouvo
15
102,5
Suzuki (Mikuni)
Tornado-GX
20
95
Satria-S
20
97,5
Satria-R
17,5
97,5
Shogun
17,5
90
Smash
15
92,5
New Shogun
15
90
Satria F150
12,5
105